Judul : Sahur Bujang
Karya : Reza "Gorila" Kurniawan
Dalam berkah temaram malam
Menanti fajar di awal hari
Duduk bersila santap syukur saat sahur
Ceritakan ceria cengkrama keluarga
Sesuap kunyah lalu telan, kemudian senyum lanjut bicara
'Ku rasa indah sahur bersama
Yang kini tinggal bayang di negri orang
Penulis adalah artis...
Penulis adalah seniman...
Seniman yang melukis dan memahat karyanya lewat aksara
Seniman abjad yang merangkai huruf manjadi kata
Seribu kata Indah kau anggap gurauan.
Ratus tindak nyata kau bilang pertunjukan.
Lalu.
Satu hati yang tergadai ini kau anggap apa?
Apa hanya onggokan daging mati?
yang diinjak kerasnya sikap acuh, keji.
Untuk kamu si Manekin cantik
Yang terpajang sendu di balik display kaca
Tak bosan menatap dunia luar dengan sepasang celik mata birumu
Berikan guratan senyum tulus membayang
Bayangi khayalan berjalan di pelataran
Judul : Pejuang Pemenang Karya : Reza 'Gorila' Kurniawan
Detik dentang denyut waktu berlalu kejam. Tinggalkan pemimpi dalam khayalan. Tambahkan beban hati si penggalau diri. Libas lindas si perenung imaji, tanpa laku.
Sang Fanatis. Dengan agama fanatik buta yang ia junjung tinggi. Butakan mata dan hati melihat benar. Terkunci rapat dalam pemikiran sempit tak berdasar.
Menatap kagum sorot cahaya sang Bintang. Walau semu dalam kelam balutan. Babat habis semua duri cela yang terpampang. Peduli setan tulus jujur semua makian.
Judul : Bidadari Bersayap Jernih
Karya : Reza 'Gorila' Kurniawan
Kau kah sang bidadari itu?
Sang penenang jiwa dari aliran sungai dewata.
Utusan Aphrodite yang terpahat cantik.
Kiriman Cupid yang memanah hati.
Si bidadari surga bersayap jernih.
Pendekap janji suci sehati.
Judul : Perawan di Pojok Peron. Karya : Reza 'Gorila' Kurniawan
Perawan di pojok Peron Menanti terkantuk Sepur datang menjemput Dalam remang lampu neon, sekali sebentar umbar kuapan rasa lelah campur bosan Tunggu menunggu yang diharap datang Sampai kapan harus di sini, begini? Menanti yang diharap dalam pengharapan Sepur angkutan peminang PerawanBdL, 28-08-14