Selingan untuk Anda
Friday, 19 September 2014
Bidadari Bersayap jernih
Judul : Bidadari Bersayap Jernih
Karya : Reza 'Gorila' Kurniawan
Kau kah sang bidadari itu?
Sang penenang jiwa dari aliran sungai dewata.
Utusan Aphrodite yang terpahat cantik.
Kiriman Cupid yang memanah hati.
Si bidadari surga bersayap jernih.
Pendekap janji suci sehati.
BdL, 23-08-14
***
Judul : My Imaginary
Karya : Gorila
Your just my imaginary
Khayal tertinggiku yang telah terebut
Terenggut lembut dariku
Aku yang baru saja akan menangkapmu
Imaginable imagination
Imajinasi nyata yang tak tersentuh
Hanya terbayang membayang
Lalu hilang
Sssyyyuuhhh....
Terberai lepas
BdL, 09-08-14
***
Judul : Sang Embun
Karya : Gorila
Di tepi jalan atas trotoar
Di barisan ruko penjaja keinginan
Di hiruk kota penuh kesibukan
Di awal hari yang coba aku kejar
Hanya sekilas selayang tatapan
Sekejap mata yang akan selalu kurindukan
Tidak lebih hanya lirikan
Penuh arti bagi aku jejaka ampuan
Ya, bagiku...
Untuk aku...
Aku yang mengharap
Mengharap engkau berikan sedikit perhatian
Mungkin dengan sedikit senyuman
Senyuman yang akan aku kenang
Darimu...
Ya, dari dirimu...
Kamu sang Embun
Tetes air anugerah peri malam
Yang langsung hilang saat surya datang
Tidak peduli diriku yang merindukan
05-08-2014
***
Judul : Hati Wanita
Karya : Gorila
Aku bisa lukiskan keindahan dunia dengan seribu, bahkan jutaan kata
Dengan liukan tajam pahatan patung
Dengan torehan indah warna diatas kanvas
Tapi
Aku terpaku, tersirap
Saat kau pinta gambarkan hati wanita
Dengan larik dan bait
Diam
Aku diam
Terdiam
Terdiam lama
Masih diam terdiam
Hingga kau bangunkan aku
Gedor keras kesadaranku
Pegang tangan genggam pena
Tuntun lembut gerak perlahan
Kau tuliskan...
"Hati wanita bukan untuk digambarkan, tapi untuk dimengerti dengan sabarnya perasaan."
Kita tersenyum
Saling bertatapan
Lalu lepaskan semua yang terpendam
Berikan sebuah kecupan
BdL, 01-08-14
***
Judul : Yang Tersayang
Karya : Gorila
Kita kan bersama
Merajut janji kayuhkan bahtra
Hadapi elegi ikatan suci
Tetap berpeluk tengah mega mengamuk
Saling mengangguk walau prahara mengaduk
Terikat tetap mengikat tali merah jadi penghubung
Lekang masa lemahkan raga, biar saja
Selama kita satu bersama, sayang
Sayang, yang tersayang
BdL, 22-08-14
Next Poet : Fanatik Vandalis
Prev Poet : Perawan di Pojok Peron
Label:
Antologi Puisi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Poto cewek di air itu yang jadi inspiraai gua buat bikin sajak ini.
ReplyDeletegambarnya saya suka ^_^
ReplyDeleteTerima kasih... ;-)
Deletesuka puisi dan gmbarnya
ReplyDeleteTerima kasih mbak Harie... :-)
ReplyDelete