Selingan untuk Anda
Monday, 31 August 2015
Kumpulan Puisi Cinta
Judul : Tanya Kita
Karya : Reza "Gorila" Kurniawan
Masihkah janji engkau genggam?
Suratan kita yang buat bersama
Tentang setia hingga di depan
Dijunjung tinggi selama-lamanya
Saturday, 29 August 2015
Elemental Wizard I ~ The Slave (1)
Oleh : Gorila
Terik mentari tanpa mega menaungi, membakar ganas tanah tandus berpasir dari gurun tanpa nama, yang dilewati oleh rombongan pembawa budak.
Tertatih para budak berjalan dengan tangan dan kaki yang dirantai, saling sambung menyambung berderet ke belakang. Tanpa baju yang melindungi dari sengatan matahari, hanya sehelai tipis celana kumal dengan koyakan dibanyak tempat.
Sesekali cambuk terayun kasar dari pengawal yang mengiringi di kedua sisi, memecut budak agar bergegas, atau sekedar mencari kesenangan dari rintih para pesakitan.
Friday, 28 August 2015
Kumpulan Puisi Ramadhan
Judul : Sahur Bujang
Karya : Reza "Gorila" Kurniawan
Dalam berkah temaram malam
Menanti fajar di awal hari
Duduk bersila santap syukur saat sahur
Ceritakan ceria cengkrama keluarga
Sesuap kunyah lalu telan, kemudian senyum lanjut bicara
'Ku rasa indah sahur bersama
Yang kini tinggal bayang di negri orang
Thursday, 27 August 2015
Melati Jasmine
Karya : Ayah Raziq
Editing : Gorila
Waktu terus berlalu
tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan
masih terlihat jelas
senyum terakhir yang kau beri untukku.
---
Gadis kecilku berlarian indah mengitari taman mengejar kupu-kupu. Gaunnya putih, senada dengan warna melati yang tumbuh di sekitarnya. Taman sederhana halaman rumah kami.
Editing : Gorila
Waktu terus berlalu
tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan
masih terlihat jelas
senyum terakhir yang kau beri untukku.
---
Gadis kecilku berlarian indah mengitari taman mengejar kupu-kupu. Gaunnya putih, senada dengan warna melati yang tumbuh di sekitarnya. Taman sederhana halaman rumah kami.
Tuesday, 25 August 2015
Cerita Malam
Oleh : Gorila
Di emperan toko atas trotoar, Beni yang baru saja kembali dari warung perempatan jalan, duduk di samping Roni lalu menghidupkan rokok yang dibelinya.
Kedua pria itu diam menikmati malam, mengamati mobil yang tidak sepi berlalu-lalang, membelah jalan raya ibu kota.
"Vret, sadar gak kalau elu sebenarnya udah buang-buang duit dan menyia-nyiakan umur karena menghisap rokok?" Roni merangkul pundak Beni.
Di emperan toko atas trotoar, Beni yang baru saja kembali dari warung perempatan jalan, duduk di samping Roni lalu menghidupkan rokok yang dibelinya.
Kedua pria itu diam menikmati malam, mengamati mobil yang tidak sepi berlalu-lalang, membelah jalan raya ibu kota.
"Vret, sadar gak kalau elu sebenarnya udah buang-buang duit dan menyia-nyiakan umur karena menghisap rokok?" Roni merangkul pundak Beni.
Elemental Wizard : Prologue
Pilinan mantra diucap khidmat, mengalirkan energi untuk membuka gerbang tak kasat mata di dunia antah berantah yang menyimpan ribuan keajaiban.
Kata-kata berkekuatan ghaib yang hanya dapat memberikan kuasa kepada seorang terpilih dengan jiwa terlatih, sebagai alat untuk mencipta atau menghancurkan apa yang diinginkannya.
Kekuatan yang membangkitkan rasa kasih kepada sesama--sumber awal kebijaksanaan--atau malah ambisi berkuasa dari jiwa kotor dipenuhi bisikan iblis.
Di satu waktu, ratusan tahun yang lalu, peperangan pecah antara pemegang kekuatan sihir, para manusia terpilih. Unjuk kekuatan para pemegang ilmu sihir. Baik dan buruk. Meluluh lantakan bumi dengan kilatan tenaga penghancur dari mantra yang dirapal.
Subscribe to:
Posts (Atom)