Oleh : Gorila
"Negara ini butuh lebih dari sekedar revolusi," kata Anton, setelah mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
"Apa yang melebihi revolusi untuk mencapai perubahan?" tanya pria berkepala pelontos bernama Dirga. Menyandarkan tubuhnya di tiang besi lampu taman, tidak jauh dari bangku tempat temannya berada.
Selingan untuk Anda
Monday, 7 September 2015
Saturday, 5 September 2015
Elemental Wizard I ~ The Slave (2)
Oleh : Gorila
Lembayung meremang, menjadi latar langit di tengah gurun tiada bernama. Dengan gunung batu menjulang mengelilingi lembah, dan bukit-bukit pasir beserta kaktus seukuran manusia dewasa sebagai penghias.
Bernapas lepas rombongan Karpas bersandar di dinding terjal pegunungan batu. Menengguk bulir-bulir air dari dalam kantong kulit perbekalan. Menghadang dingin angin gurun berselimut kain tipis nan lapuk.
Friday, 4 September 2015
Generasi Mubadzir
Oleh : DR. Muhsin, MK
Dari : Buletin Da'wah (No.20 Thn. XLII/15 Mei 2015)
(Dengan editing seperlunya oleh Gorila)
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu adalah ingkar kepada Tuhannya. (Q.S Al-Israa' : 27)
Wednesday, 2 September 2015
Antologi Sampah Kehidupan
Judul : Jalang Hidup
Karya : Gorila
Karya : Gorila
Tertatih menggema
Hilang rasa dalam pesona
Dilema diri bergelora
Digoda jalang pembawa tuba
Hilang rasa dalam pesona
Dilema diri bergelora
Digoda jalang pembawa tuba
Monday, 31 August 2015
Kumpulan Puisi Cinta
Judul : Tanya Kita
Karya : Reza "Gorila" Kurniawan
Masihkah janji engkau genggam?
Suratan kita yang buat bersama
Tentang setia hingga di depan
Dijunjung tinggi selama-lamanya
Saturday, 29 August 2015
Elemental Wizard I ~ The Slave (1)
Oleh : Gorila
Terik mentari tanpa mega menaungi, membakar ganas tanah tandus berpasir dari gurun tanpa nama, yang dilewati oleh rombongan pembawa budak.
Tertatih para budak berjalan dengan tangan dan kaki yang dirantai, saling sambung menyambung berderet ke belakang. Tanpa baju yang melindungi dari sengatan matahari, hanya sehelai tipis celana kumal dengan koyakan dibanyak tempat.
Sesekali cambuk terayun kasar dari pengawal yang mengiringi di kedua sisi, memecut budak agar bergegas, atau sekedar mencari kesenangan dari rintih para pesakitan.
Friday, 28 August 2015
Kumpulan Puisi Ramadhan
Judul : Sahur Bujang
Karya : Reza "Gorila" Kurniawan
Dalam berkah temaram malam
Menanti fajar di awal hari
Duduk bersila santap syukur saat sahur
Ceritakan ceria cengkrama keluarga
Sesuap kunyah lalu telan, kemudian senyum lanjut bicara
'Ku rasa indah sahur bersama
Yang kini tinggal bayang di negri orang
Subscribe to:
Posts (Atom)